Kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang perjalanan saya dalam meraih salah satu goal di tahun 2013. Ini adalah satu dari sekian poin yang pernah saya tulis dalam wishlist di akhir desember 2012 lalu, di pantai Indrayanti Jogjakarta, bersama mereka.
April 2013
Pagi ini seperti biasa saya disibukkan dengan aktivitas mengajar di salah satu sekolah swasta di Bandung. Hari senin - as a busy day - kali ini dimulai dengan upacara bendera dan jam mengajar pertama di kelas 11. Beberapa berkas memang sudah saya siapkan sebelumnya di rumah dan hari ini saya bertekad untuk melengkapi semua dokumen yang diperlukan. Yap, saya sedang mempersiapkan dokumen-dokumen persyaratan untuk mendapatkan sponsor biaya Magister saya, beasiswa LPDP. Kenapa LPDP? pertama karena saya tidak tahu kalau Beasiswa Unggulan berubah menjadi BPPDN, dan Kedua, saya menemukan informasi beasiswa LPDP di situs http://www.beasiswapascasarjana.com/. Syarat yang tertulis untuk beasiswa tersebut saat itu adalah lulus dengan IPK di atas 3 - oke, lanjut! (dalam hati), membuat 2 buah essay - hmm.. mari menulis, toefl di atas 500 untuk dalam negeri - mulai angkat alis, dan dokumen administrasi lainnya yang bisa diperjuangkan diantaranya surat rekomendasi, surat tugas, surat pernyataan beasiswa, ijazah, trasnkrip nilai, dll. Finally, semakin kuat semangat saya untuk melanjutkan studi dan memutuskan untuk mengkuti beasiswa LPDP.
Dari sekian persyaratan yang harus di siapkan, yang menurut saya penting untuk diperhatkan adalah essay. Essay ini memberikan pandangan seberapa pentingnya beasiswa ini untuk mendukung karir kita, apa kontribusi yang akan kita diberikan untuk bangsa, seberapa besar keinginan kita untuk melanjutkan studi dan apa harapan kita setelah studi selesai, selanjutnya adalah rencana-rencana yang akan dilakukan saat penelitian nanti, ini menunjukkan sejauh apa keseriusan kita untuk melanjutkan studi pada bidang yang kita tentukan. Daaan yang paling paling penting jangan lupa untuk mendapat restu dan doa dari orang tua - trust me, its realy work! :D.
Mei 2013
Sebulan berakhir sudah dan persiapan kelengkapan dokumen untuk beasiswa ini pun akhirnya selesai dan siap untuk submit. Namun, yang membuat hati saya hancur saat itu adalah, ternyata batas akhir pendaftaran adalah tanggal 30 April 2013, tepat dua hari sebelum saya menemukan informasi ini. Tapi sepertinya energi positif di tubuh saya lebih besar daripada energi negatifnya, maka saya pun tetap men-submit aplikasi saya dan pasrah apapun hasilnya. Agak berlebihan memang, tapi begitulah yang saya rasakan saat itu. Esok harinya, berharap ada informasi tentang penambahan waktu untuk pendaftaran saya pun membuka websitenya, beasiswalpdp.org dan entah LPDP merasakan apa yang saya rasakan kemarin (ngga mungkin juga sih), disitu tertulis bahwa beasiswa ini terbuka sepanjang tahun, Alhamdulillah. Oke, yang saya lakukan adalah menunggu informasi berikutnya dan mengurus amdinistrasi pendaftaran Magister di PTN Bandung.
25 Juni 2013
Seminggu, 2 minggu, Sebulan, dan akhirnya ada pesan masuk melalui email LPDP yang berisi undangan wawancara untuk pendaftar beasiswa yang telah lolos tahap administrasi. Alhamdulillah, deg-degan bercampur senang dan sangat bersyukur karena 6 hari sebelumnya saya baru mengikuti tahap wawancara untuk program magister. Yap, semua sudah di atur oleh Yang Maha Kuasa dan saya sangat percaya itu :). Di surel itu terlampir undangan wawancara pada tanggal 2-3 Juli 2013 di Gd. Dhanapala Kemenkeu RI Jakarta. Mengapa dua hari karena peserta wancara yang cukup banyak sehingga dilaksanakan dalam dua kloter, kurang lebih seperti itu. Satu minggu sebelum hari-H, persiapan yang dilakukan adalah mempersiapkan berkas asli yang sudah di upload saat pendaftaran online (dokumen penting harus yang asli), tracking lokasi wawancara (ke jakarta hanya saat liburan dan ke tempat2 tertentu saja :P), berdoa dan meminta doa dari orang tua untuk kelancaran anaknya nanti :).
Time goes so fast, and welcome D-Day!
2 Mei 2013
Jam 4.00 subuh saya berangkat dari Bandung agar bisa sampai sebelum jam 8 pagi di gedung Dhanapala tempat dilaksanakannya wawancara. Pagi itu Alhamdulillah perjalanan lancar dan sampai di lokasi jam 7.30 - Sip, so far masih sesuai rencana :D. Pagi itu sudah banyak peserta yang datang mungkin lebih pagi dari saya. Sekitar 200 orang memenuhi koridor gedung yang memang telah disediakan kursi sebelum memasuki ruangan aula. Akhirnya tepat jam 8 kami sudah memasuki Aula untuk acara pembukaan. Acara ini dibuka oleh Pak Mahdum dan jajaran LPDP lainnya - saat itu Pak Eko sedang berhalangan hadir. Pembukaan ini merupakan shock terapi menurut saya. Kami diperkenalkan dengan para reviewer yang terdiri dari para profesor dan doktor dari universitas se-Indonesia. Para reviewer ini lah yang akan mewawancarain kami nantinya, jadi bisa dibilang sebagian besar keputusan ada di tangan beliau-beliau. Okay, cukup menegangkan memang. Setelah selesai pembukaan, dijelaskan teknis pelaksanaan wawancara. Panitia telah membagi kami ke dalam beberapa kelopok dan masing-masing kelompok telah ditentukan jadwal wawancaranya. My wish, pliss hari ini aja dan kalo bisa pagi-pagi aja ya Allah biar semua selesai dengan cepaat hehe. Dan, Alhamdulillah lagi, ternyata jadwal wawancara saya jam 10 pagi hari ini yang tinggal satu jam lagi. Perasaan saya senang - yah so far masih sesuai dengan rencana - tapi satu jam itu terlalu singkat untuk menyiapkan mental gustiii - haha, itulah yang ada dipikiran saya. Dasar manusia yang kurang bersyukur - jangan ditiru ya!.
Untuk menenangkan fikiran saya lebih memilih untuk jalan-jalan ke luar gedung, karena suasana di dalam terlalu mencekik saya nampaknya hehe. Sesekali saya mengunjungi orang tua yang saat itu memang mengantar saya - maklum anak kesayangan :D - minta doa nya karena perasaan masih deg-degan. Tinggal sepuluh menit lagi dan akhirnya saya kembali masuk keruangan sambil menunggu panitia memanggil nama saya. Sebelum di wawancara, kami menunggu di ruang tunggu terlebih dahulu untuk mengurangi traffic peserta sepertinya. Dan, Sofia Umaroh... Ya, Saya mas!
Akhirnya wawancara dimulai. Didepan saya sudah ada 3 reviewer - dan saya menyesal tidak mengingat nama beliau-beliau :(- sedang sibuk membaca sekumpulan dokumen saya. Wawancara berjalan selama 40 menit saya rasa. Berbagai pertanyaan seputar essai, kepemimpinan, psikologi, visi-misi, sekilas berita dan tujuan hidup saya nantinya. Wawancara berakhir dengan jabat tangan dan ucapan hamdalah - Bangga dan senang rasanya bisa berdiskusi dengan kalian, Pak. Yap, itu lah yang bisa saya lakukan dengan segenap usaha, pasrah. Saat itu yang ada di fikiran saya hanya, semua sudah berakhir Sop, syukur Alhamdulillah, dan mari pulaaaaang! XD
10 Juli 2013
"Hasil wawancara akan diumumkan melalui email seminggu setelah wawancara" kata panitia yang saya temui saat di Dhanapala 8 hari yang lalu. Berarti sudah lewat satu hari dari yang dikatakan oleh panitia. Pikiran negatif mulai datang, "mungkin karena ngga lolos jadi ngga dapet informasi hasil wawancaranya, blah.. blah..". Yah, sesuai dengan ucapan saya waktu itu, saya pasrah dan "Beasiswaa, cari info beasiswa yang lain". Sampai tiba-tiba saya mendapat chatting dari kakak tingkat S1, teh El, bahwa saya lolos tahap wawancara. Pertama, panitia tidak salah karena 7 hari yang dimaksud itu dari tanggal 3 Juli, dan Kedua ini adalah berita yang penuh rasa syukur, Alhamdulillah. Ini nikmat yang luar biasa, kenapa? karena tepat di hari yang sama keluar surat keputusan Rektor ITB perihal hasil seleksi penerimaan Mahasiswa SPS ITB, dan Alhamdulillah nama saya tercantum di nomor 922 (halaman terakhir tepatnya :'D). Bukan kebetulan, bukan juga lagi dapet hoki, tapi semua adalah ketetapan Allah, NikmatNya. Alhmdulillah.
3 Agustus 2013
Pagi ini, seperti biasa saya mengecek email yang masuk karena memang sedang menunggu informasi di magister dan beasiswa. Tepat jam 9.40 pak Tino Gaus mengirimkan surel yang berisi Undangan Program Kepemimpinan Angkatana III - alias PK3. Undangan ini menyebutkan bahwa program kepemimpinan dilkansanakan selama 10 hari dari tanggal 21 s.d. 31 Agustus di Desa Gumati, Bogor. Waktu yang cukup lama untuk persiapan, kami pun sesama peserta PK3 ITB membentuk suatu forum komunikasi untuk mempersiapkan segala keperluan bersama, dari mulai kebutuhan pribadi sampai transport untuk kelokasi yang diketuai oleh Taofik. Peserta PK3 dari ITB kurang lebih ada 15 orang.
21 s.d. 31 Agustus 2013
Bisa dibilang ini adalah hari-hari paling lamaaa, menyenangkan, melelahkan, menurunkan berat badan, dan menghitamkan warna kulit. Serangkaian acara yang dipersembakan oleh tim PK3 LPDP dari mulai hari pertama sampai hari terakhir PK3 sangat bermakna, berbobot dan banyak memberikan inspirasi bagi kami. Di hari pertama diawali dengan tarian tradisional - maaf lupa asalnya, kemudian mendapatkan seminar dari Pak Eko Prasetyo selaku Dirut LPDP, materi tentang kepemimpinan, tugas-tugas kelompok, hiburan bermanfaat dan berbagai aktivitas lainnya.
Banyak momen-momen yang memorable baik dalam kelompok - mas Gil, mas Zai, Tao, mas Ron, mas Fik, mas Dim, Bet, Ita, Ai - maupun bersama selurh peserta PK3. Solat berjamah, makan bersama, olahraga bersama, melaksanakan tugas-tugas kelompok, belajar dan bermain angklung dari Saung Angklung Udjo, bercanda tawa dengan warga, meningkatkan kedisipinan dan jiwa korsa di Rinda Jaya, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang takan terlupakan.
Sampai pada pengujung serangkaian kegiatan PK3, Alhamdulillah kelompok kami mendapatkan apresiasi sebagai kelompok terbaik :D. Terimakasih Pak Eko Prasetyo dan seluruh jajaran direksi LPDP yang terus memperjuangkan dan mendukung kami untuk terus menjunjung pendidikan dan berkreasi. Semoga kami semua dapat menjadi harapan bagi bangsa ini.
Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS: 13:11)
Apabila manusia telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga amalaan: sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakan dia. (HR. Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar