30 Oktober 2009
Ini bukan hari libur Nasional atau hari kejepit Nasional atau bahkan hari kebalikan Nasional, tapi ini adalah Jumat *klo gasalah* dimana kami sebagai Mahasiswa seperti biasa mengikuti perkuliahan di kelas, berhaha-hihi, bersenda gurau bersama teman, dan merencakan strategi untuk hari yang kami anggap spesial - dalam versi kami - yaitu hari kelahiran salah satu teman kami.
Alasan? entah apa alasan kami -aku dan salah satu temanku- ingin merencakan semua ini, yang terbesit difikiran hanya little surprise dan sedikit kejailan sebagai bukti kasih sayang :p.
Selesai kuliah tanpa diketahui temanku itu -sebut saja Icih, bersama temanku yang lain -sebut saja Acah- membuat serangkaian rencana trik dan strategi yang paling cocok. Akhirnya kami memutuskan untuk membuat acara dengan konsep "Adonan Kue". Jika dipikir-pikir, agak jahat memang dan terlalu mainstream hehe, tapi ntah mengapa fikiran jahat itu datang dengan alih-alih untuk memberikan kejutan ulang tahun. So, nothing wrong deh! :p
2 November 2009
Sebelum hari ini tiba, aku dan acah menginformasikan rencana strategi kami pada semua teman-teman di kelas -yang pasti tidak termasuk Icih- untuk turut berpartisipasi dan mereka pun mengapresiasi kami dengan sangat terbuka -haha hapura Cih!. Kami belajar di kelas seperti biasa -lupa dengan mata kuliahnya hehe- sekeresek pelastik berisi air, terigu, telur sudah siap dipersiapkan dengan baik oleh teman-teman. Aku sendiri waktu itu belum ada persiapan apapun karena ah beli saja nanti di kampus. Seusai mata kuliah pertama, aku mengajak Acah untuk menemaniku pergi ke Bank yang kebetulan ada di depan kampus dan berdekatan dengan warung-warung. Saat itu Icih sama sekali tidak menyadari kebusukan kami -kalo berbau mungkin udah curiga kali dia. Yap, Icih ini memang kalem dan terlalu kalem sepertinya sampai tidak bisa merasakan pergerakan kami hihi. Akhirnya sepulang dari membeli alat tempur dan Kue blekpores, kami pun kembali ke gedung tempat kuliah dengan sangat hati-hati. Beruntung kami cukup kenal bapak kantin sehingga kami bisa menitipkan seperangkat yang telah kami beli itu di kantinnya -Jadi so far aman lah.
Perkuliahan ke-2 pun dimulai pada jam 13.00 -lagi-lagi lupa mata kuliah apa hehe. Sudah tidak sabar rasanya ingin kuliah segera berakhir haha. Setelah berjam-jam mendengarkan Pak Dosen mengajar, akhirnya waktu pulang tiba. Semua orang nampak tak acuh dan langsung mempersiapkan amunisinya masing-masing. Aku dan Acah untuk menjaga kondisi tetap natural berjalan santai keluar gedung bersama Icih. Sampai akhirnya.. Plokk! ntah itu telur atau air atau terigu yang dilemparkan pada Icih sebagai serangan pertama. Saat itu juga aku dan Acah pergi ke kantin mengambil beberapa barang yang kami titipkan disana. Setelah kembali kodisi Icih sudah sangat memprihatinkan dengan adonan terigu telur air di kerudung dan bajunya -haduuuh ga tega juga melihatnya tapi lucu haha, jahat. Kami semua tertawa, termasuk Icih yang sedang menjadi korban pun tertawa sambil mungkin menahan kesal karena mendapat serangan tiba-tiba dari kami -dihari ulang tahunnya hihi :p. Sambil membawa kue dan segayung air, tidak tega sih rasanya dan akhirnya Icih keburu meluk aku sehingga beberapa adonannya kena di bajuku. Prosesi kejailan berakhir dengan foto bersama dan ucapan selamat.
Selamat ulang tahun sahabatku, kami menyayangimu. :)
Sebagai rasa tanggung jawab kami atas rencana jahat ini, akhirnya kami -aku, Acah dan Sungguh- mengantar Icih pulang ke kostnnya di PCI dilanjutkan dengan acara potong kue, maaf-maafan dan berdoa untuk kebaikan Icih. Hari itu entahlah kami begitu bahagia -bukan cuma kerna isengnya aja ya Cih. Nampaknya ini akan menjadi memori yang tidak pernah kami lupakan sebagai mahasiswa ababil tingkat awal yang masih mencari jati diri -masih kebawa-bawa alay soalnya. Percayalah Cih, ini adalah bentuk kasih sayang kami yang dikemas dalam format ke-alay-an dijamannya.
Revenge are Always More Beautiful
4 November 2009
Hari ini aku memulai kuliah dengan hati yang lebih ceria tanpa sebab yang jelas -biasalah mahasiswa alay tingkat satu. Hari itu jadwal kulih lumayan padat jadi sampai sore baru selesai kuliah. Waktu itu aku pulang sendiri dan memang biasanya sendiri karena kebanyakan teman-temanku tinggal di kosan sekitar kampus. Aku juga tidur lebih cepat karena kelelahan sehabis kuliah mungkin ya -atau memang pelor aja kali hehe.
5 November 2009
Jam 5 subuh aku mendapatkan notifikasi dari facebook bahwa ada yang menulis sesuatu di Wall-ku. Setelah dibuka dan akhirnya aku sadar bahwa, eh sekarang kan aku ulang tahun. Biasanya dikeluargaku jika ada yang berulang tahun kami selalu berdoa bersama lalu ditutup dengan makan malam bersama. Setelah selesai bersiap-siap berangkat -hiks mungkin karena aku anak ke-5 dari 7 sehingga agak sulit untuk mengingat tanggal lahir semua anaknya- pagi itu belum ada ucapan yang keluar dari keluarga dirumah -but it's okay!.
5 November 2009
Jam 5 subuh aku mendapatkan notifikasi dari facebook bahwa ada yang menulis sesuatu di Wall-ku. Setelah dibuka dan akhirnya aku sadar bahwa, eh sekarang kan aku ulang tahun. Biasanya dikeluargaku jika ada yang berulang tahun kami selalu berdoa bersama lalu ditutup dengan makan malam bersama. Setelah selesai bersiap-siap berangkat -hiks mungkin karena aku anak ke-5 dari 7 sehingga agak sulit untuk mengingat tanggal lahir semua anaknya- pagi itu belum ada ucapan yang keluar dari keluarga dirumah -but it's okay!.
Sampai di kampus aku bertemu dengan teman-teman seperti biasa, kami bensenda gurai, membahas perkuliahan, membahas film yang terkini dan blah.. blah.. blah.. Di akhir kuliah aku sama sekali tidak terpikirkan akan ada serangan balasan dari Icih atau teman-teman yang lain karena ulahku lusa kemarin. Sangat natural! tidak ada gerak-gerik mencurigakan. Saat itu gedung kami sedang dilakukan renovasi, jadi di sekitar gedung terdapat beberapa bahan bahan bangunan seperti pasir, air dalam tong besar untuk membasai batu-bata dan sebagainya. Diujung pintu keluar, jelas sekali dan rasanya masih bisa aku rasakan sampai sekarang, sebutir telur datang kearahkku dari arah dalam gedung. Kaget bercampur -oh may! gawat kalau ini sampe pembalasan- akupun berusaha melarikan diri secepat mungkin, namun ternyata teman-teman sudah membentuk formasi yang menyulitkanku untuk kabur. Serangan air cokelat bercampur pasir dengan bau yang ngga karuan dan entah apa komposisinya datang dari berbagai arah. Hiks kenapa ini terjadi padakuuu, hahaha.
Aku sadar, ini adalah balasan dari keisenganku kemarin. Tapi.. tapi ini terlalu sadis haha. Entah seperti apa bentuk aku sekarang, mungkin seperti takoyaki siap goreng atau tempe mendoan yang kaya rempah. Akhirnya aku mulai sadar dan yah, perasaanku saat ini mungkin tidak jauh dengan yang Icih rasakan kemarin -Maafin aku ya Icih, hiks. Agar tidak terlalu menderita, aku melakukan perlawanan dengan memeluk temen-temen cewek yang terdekat setidaknya aku bisa berbagi bau dengannya -haha tetep licik.
Penyeranganpun berakhir dan seperti biasa di akhiri, dengan celamat ulang taun copiii.. Iyaa makasih temen-temenn, makasiiihhiiksss.. Hari itu juga aku menadapat kado dari mereka - Acah dan Icih ku. Kado yang sebesar kotak sepatu, yang ringan dan penuh dengan harapan -apa isinya ya? hihi.
Ini kado pertama dan yang paling bersejarah dalam hidupku selama di masa menjadi mahasiswa tingkat satu. Mereka, yah mereka adalah awal dari kehidupanku yang sekarang dan dimasa depan. Mereka sumber semangat, suka, dan cita. Thats it! Mereka.
Aku di antar salah satu teman yang mungkin sampai sekarang dia masih menganggapku sebagai rivalnya -Acong. Walaupun sempat di kerjain dengan membawa saya keliling kampus dengan kondisi yang begitu hancurnya sampai diketawain orang yang liat, tapi setidaknya dia mau berbagi bau dengan saya dan helmnya hahaha -thanks yaa. Sesampainya dirumah, setelah membersikan semua partikel-partikel bau yang tidak jelas, aku mulai membuka Kado yang aku dapatkan dari mereka. Guess what?? Yap, sebelumnya mereka itu unik, tidak mainstream dan agak tega sekaligus penuh cinta. Sayang waktu itu hape-ku belum canggih jadi tidak sempat mengabadikan isi dari kadonya. Setelah di buka dengan hati-hati, jeng jeng! Satu Sachet Shampoo dan sebuah Sisir. Ya Ampun, mereka lebih baik dari saya, baik dalam perencanaan bahkan sampai service after -apapun istilahnya. Aku pakailah shampoo dan sisir yang aku dapatkan itu. Setelah selesai, aku mulai menelusuri setiap lipatan-lipatan kadonya dan, Traanggg! Sebuah flashdisk transend warna hitam terselip disana. Well, itu flashdisk pertama yang aku punya sebagai mahasiswa tingkat satu, flashdisk yang akan selalu terisi penuh dengan kenangan-kenangan asem yang rasaya begitu manis, flashdisk yang khusus mereka pilih untuk aku pakai, Flashdisk yang sangat berarti.
Sahabat adalah orang yang selalu ada di saat kau bahagia dan bersedih...
Sahabat tidak pernah mengharapkan balasan, tapi memberi semampu yang mereka bisa...
Sahabat bukan orang yang selalu menerima ketika kau salah, tapi mereka mengingatkan saat kau salah...
Sahabat tidak akan pernah hilang sampai kapanpun selama hati kalian terpaut pada suatu kebenaran...
Mereka adalah orang yang tidak pernah lelah menyemangatimu saat kau berada dalam kelelahan menghadapi persoalan...
Jangan pernah sia-siakan sahabatmu...
Mereka adalah orang yang selalu mendukung apapun yang kau pilih selama itu benar...
Itulah arti sahabat yang aku dapatkan dari Mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar